Home » Amanat Telah Saya Sampaikan: Sebuah Perspektif Transportasi, Infrastruktur, Pembangunan Daerah Tertinggal, Perumahan Rakyat Dan Penanganan Bencana by Abdul Hakim
Amanat Telah Saya Sampaikan: Sebuah Perspektif Transportasi, Infrastruktur, Pembangunan Daerah Tertinggal, Perumahan Rakyat Dan Penanganan Bencana Abdul Hakim

Amanat Telah Saya Sampaikan: Sebuah Perspektif Transportasi, Infrastruktur, Pembangunan Daerah Tertinggal, Perumahan Rakyat Dan Penanganan Bencana

Abdul Hakim

Published July 2010
ISBN :
Paperback
148 pages
Enter answer

 About the Book 

K.H. Ir. Abdul Hakim, dalam buku Amanat Telah Saya Sampaikan secara lugas dan gamblang mengurai tugas dan peranan wakil rakyat, dimulai dari makna dasar wakil rakyat, kemudian fungsi dan tugas serta kinerjanya sendiri sejauh ini sebagai anggota DPRMoreK.H. Ir. Abdul Hakim, dalam buku Amanat Telah Saya Sampaikan secara lugas dan gamblang mengurai tugas dan peranan wakil rakyat, dimulai dari makna dasar wakil rakyat, kemudian fungsi dan tugas serta kinerjanya sendiri sejauh ini sebagai anggota DPR di Komisi V yang membidangi perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan perdesaaan, dan kawasan tertinggal.Dalam halaman-halaman selanjutnya Abdul Hakim berani mengemukakan apa yang sudah diperbuatnya selama ini. Dibuka dengan upayanya mewujudkan transportasi yang manusiawi, berangkat dari pemahaman transportasi merupakan hak dasar masyarakat tetapi masih jauh dari harapan. Karena selain kemacetan, transportasi kita belum berpihak pada publik. Transportasi masih terlalu mahal bagi kaum kebanyakan. Warga harus mengeluarkan 60% dari penghasilannya untuk biaya transportasi (spending share). Baru sisanya, yang hanya 40% untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya.Selanjutnya, Abdul Hakim memaparkan percepatan pertumbuhan infrastruktur, membangun perumahan rakyat dan daerah tertinggal, dan menjadikan masyarakat tanggap bencana.Apa yang sudah dituliskan dalam buku ini, memberikan gambaran bahwa sosok Abdul Hakim sebagai wakil rakyat telah melakukan pertanggungjawaban publik. Setidaknya, dengan menuangkan kinerjanya dalam buku ini kita tahu bahwa ternyata tidak seluruh wakil rakyat hanya sebatas beretorika, tetapi memiliki kontribusi strategis dalam pembangunan.